Dear God.....
Sore itu hujan mengguyur kota tercinta ku Purwokerto, Banyumas. Entah kenapa aku lebih menyukai kota dan bahasa Banyumas, padahal aku dilahirkan di daerah pantura tepatnya di Tegal, yang sebenarnya memiliki kemiripan kebudayaan, adat dan bahasa dengan tempat yang sekarang saya jadikan alamat tetap di KTP. Mungkin karena, selama saya sekolah di Tegal, khususnya SMU, aku kurang diterima oleh lingkungan dan pergaulan. Mungkin itu hanya perasaanku atau memang kenyataan aku tak tahu, tapi ya sudahlah itu hanya masa lalu yang selalu akan aku ingat....
Kembali ke bahasan awal..
Sore itu pulang kantor hujan gerimis, dan adzan Magrib menggema menghiasi langit yang mendung. Aku sudah tidak ingat lagi kapan terahir aku pergi sholat berjamaah di Masjid tercinta itu. yang jelas, sudah lama aku tak melihat wajah-wajah yang sering menghiasi masjid itu.
Saat aku melangkahkan kaki ku menuju ke Masjid, dan saat didepan pintu utama disamping taman masjid aku termenung melihat apa yang ada di situ.
Aku sangat ingat, terahir aku ke masjd itu pohon itu masih batang yang sengaja ditanam untuk dirawat, dan saat aku berdiri diasana, pohon itu sudah tinggi, bahkan lebih tinggi dari aku. Pohon itu adalah Pohon Ubi...
Bukan Pohon Ubinya yang bernilai, tetapi arti keberadaan pohon itu telah mengingatkan aku bahwa telah lama aku meninggalkan Tuhan, lupa dengan Tuhan...
Mungkin pohon itu setara dengan Pohon Bodi, dimana sang Budha mendapat pencerahan dari Tuhan YME.
Dan aku pun mengucap istighfar dan syukur dalam waktu bersamaan, karena melalui pohon itu HATIKU BERBICARA MENASI-HATI-KU. Saat itu, HATI menang atas HAWA NAFSU
Sejak saat itu, aku tak perbah menyepelekan hal-hal yang kecil, karena dari sesuatu yang kecil itu, sesuatu yang BESAR lahir...
Thanks TUHAN, maafkan aku yang telah meninggalkan Kau
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar